Wikipedia
Sabtu, 15 Agustus 2015
Pantai di Gangneung City
Setelah beberapa kali browsing mencari pantai yang belum pernah di kunjungi, pilihan jatuh ke kota Gangneung yang ada di provinsi Gangwon. Ini adalah perjalanan pertama saya ke Gangwon, lumayan dekat hanya 3 jam saja naik bus umum dari kota Seoul dengan tiket seharga 16000 KRW dan beberapa jadwal dalam sehari.
>> Pantai Anmok
Pantai pertama ini masih sekitar kota jadi gampang mencarinya atau naik taxi dari terminal bisa, kalo ingin berhemat seperti saya ya naik bus kota hehehe ada beberapa yang menuju ke sini seperti no 202-1, 302, 303-1, 202 dari halte depan terminal, tapi harus bersabar ya nunggunya karena jadwal kedatangan bus kota di Gangneung sedikit soale, 30 menitan gitu bahkan ada yang sejaman. naik bus sekitar 20 menit sudah sampai
sepanjang pantai akan berpasir putih dan berair bersih sekali, pantai Anmok lumayan sepi bebas buat berenang tapi terbatas buat ambil foto ya karena kalau ada yang berbikini kita malah susah buat berfoto karena di curigai akan memfoto hal yang gak boleh terfoto.
>> Pantai Jongdongjin
Pantai ke dua ini menurutku sungguh ajib pemandanganya. bisa di tempuh dengan bus kota nomer 109, 111, 112, dan 113 dari pusat kota Gangneung dengan perjalanan 50 menit, jangan lupa duduk di sebelah kiri karena akan di suguhkan pemandangan lautan. Pantai ini bisa juga langsung di tempuh dari kota Seoul naik kereta mugunghwa atau kereta wisata dari stasiun Chongyangni dengan pemberhentian terakhir di stasiun Jongdongjin yang terletak di tepi pantai, keren kan. Staisun Jongdongjin telah beberapa kali menjadi tempat shoting drama dan klip video musik makanya stasiun ini menjadi stasiun romantis. Selain stasiun yang menjadi daya tarik pantai ini adalah hotel unik yang berbentuk kapal pesiar yang berada di atas bukit. keren sekali
Di pantai ini juga terdapat becak gowes hehhee tapi bedanya becak ini berjalan di rel kereta atau rail bike, aku gak nyoba seh di karenakan mahal tau sendiri daku traveller kere
Kalo soal pasir dan kebersihan air wes gak usah di tanya bersih sob silahkan mandi pasti seger. Aku yang biasanya ogah mandi di pantai saja waktu ke sini mandi kok hehe
>> Pantai Gyongpo
Ini dia pusat kegiatan kepantaian di Kota Gangneung, pantai ini hampir mirip seperti Hyundae Busan ramainya, tapi masih mending disini karena masih bersih dan nyaman buat berenang. di pantai ini gak banyak yang aku explorer karena ya itu larangan berfoto sungguh terasa di tempat ini makanya gambarnya aku rekam lewat mataku dan di simpan di otaku saja hahaha. Kalau ke pantai ini naik bus no 202 sekitar 30 menit sampai. Aku tidak puas banget di sini karena ya itu di larang ambil foto ahh nanti kesini lagi saja di kala musim dingin biar puas
foto yang ku ambil dari jarak jauh sedikit mewakili keadaan pantai ya, sekitaran pantai terdapat pohon pinus banyak sekali dan juga ada danau di seberang jalan keren pokoknya.
Happy Summer Time
tips :
* kalau ingin menginap di Gangneung lebih baik di daerah pusat kota sekitaran Home Plus harga motelnya gak mahal mahal amat, atau kalau lebih hemat bisa bawa tenda dan tidur di tepi pantai.
* di karenakan bus yang terbatas jadwalnya lebih baik bangun pagi buat explorer pantai
* memakai sunblock ya biar gak gosong kayak aku
Minggu, 03 Mei 2015
Tour Korean Demilitarized Zone ( DMZ )
Dalam tur ini kita akan mengunjungi 4 tempat
1. Dorasan Stasiun
Stasiun terakhir bagi Korea Selatan tapi merupakan Stasiun pertama Korea Utara
Di Dorasan ini pintu atau jalur penghubung ke Gaeseong, Pyeongyang dan Sinuiju via darat, terdapat beberapa gudang di sekitar stasiun mungkin stok barang yang di kirim atau dari komplek industri bersama di kota Gaeseong.
2. Dora Observatory
Di tempat ini kita bisa meneropong kota terdekat di Korea Utara yaitu Gaeseong city, sayangnya gak gratis pake teropongnya kita harus memasukan koin 500 won dan dapat meneropong selama 3 menitan, gak punya recehan? gak usah kawatir karena ada petugas yang siap dengan recehan, kamu tinggal tukar aja.
3. The Third Tunnel
Ini terowongan ke tiga yang di bangun oleh Korea Utara pada tahun 1978 buat menyerang Korea Selatan dengan tiba tiba, untungnya ketahuan karena terowongan ini hanya berjarak 12km dari kota Munsan dan 52km dari Seoul. Jumlah terowongan yang dibangun oleh Korea Utara ada 4 buah yang menyebar sepanjang DMZ tapi hanya terowongan ke tiga yang boleh di masuki oleh pengunjung. Sebelum masuk ke terowongan kita akan di suguhkan dengan film dokumenter selama 8 menit. Ada 2 cara masuk ke dalam terowongan dengan jalan kaki dan naik elevator semacam kereta, karena aku milih paket murah alhasil harus jalan kaki. Pertama waktu turun seh ok ok aja booo sedalam 72m tapi di bentuk diagonal sepanjang 350m karena terowongan ini sepanjang 1635m tapi yang bisa kita masuki hanya 435m selebihnya ama Korea Selatan sudah di tutup dengan 3 lapisan, setelah turun pasti naik nah ini nihhh yang bikin ngos ngosan hehehe
Sebelum masuk terowongan jangan lupa pakai helm pelindung, terowonganya keren bro hebat Korea Utara bisa bangun terowongan keren gitu.
4. Pusat Oleh Oleh
gak ada dokumentasi di tempat ini karena berisi tempat makan don toko saja
Tur DMZ hanya buka di hari Selasa sampai Sabtu saja, dan libur di tanggal merah. Lama tur sekitar 3jam. Jangan lupa bawa Paspor ya
Jumat, 19 Desember 2014
Backpackingan ke Jeju, Busan dan Gimhae #2
Sibuk selama sebulan, akhirnya bisa juga nglanjutin cerita backpackingan ke Jeju, Busan dan Gimhae. Gak usah basa basi lagi Langsung aja nih.
Busan
Setelah berkeliling pasar mencari oleh oleh khas Jeju yaitu cokelat, aku langsung menuju pelabuhan buat lanjut ke kota Busan. Jadwal ferry ke busan hanya satu kali tiap hari yaitu jam 7 malam. Aku pikir penumpangnya pasti sedikit karena masih teringat jelas tragedi kapal Sewol april lalu ternyata aku salah, penumpang lumayan rame waktu itu. Kebanyakan rombongan adalah om om dan tante tante yang habis naik gunung. Harga tiket ferry beraneka ragam tergantung kelas, mulai dari 47rb won sampe 120rb won. Kelas yang termurah itu lesehan rame rame sedangkan aku ambil yang beranjang seharga 50rb, won busyet mahalan naik ferry daripada pesawat. Kalo agan agan mau naik ferry dari Jeju ke Busan aku saranin ambil yang sama dengan punyaku saja soalnya sungguh nyaman kasur empuk plus selimut wangi tapi kalo yang udah suami istri mending yang private room kali ya. Tenang saja yang beranjang tidak campur kok antara cewe dan cowo. Kenapa aku saranin yang beranjang karena perjalananya sungguh lama yaitu 11 jam, huahhhh iya bener itu, tapi tenang saja karena perjalanan malam kita hanya akan tidur, enak kan menghemat biaya hotel semalam. Oh iya kalo bosen tenang saja di dalam kapal di sediakan hiburan ada ruang karaoke dan ruang game. Jangan lupa paspor selalu di pegang karena mau masuk ferry buat orang asing ada pemeriksaan paspor jadi mirip di bandara, hebat bikin aman tapi di Indonesia juga aku baca di berita online sudah menerapkan sistem kayak begini tepatnya di Tanjung Perak Surabaya.
Hari pertama
Dari pelabuhan langsung ke Busan Stasiun nyari colokan, makan dan loker hehehe. Kesalahanku waktu di kapal hanya satu yaitu lupa kagak mandi tapi gak papa kan ada minyak wangi hohoho.
Tujuan pertama setelah melakukan semua ritual di stasiun Busan adalah Gwanglli Beach, pantai ini bisa di tempuh dengan naik subway turun di Stasiun Geumbyeonsan dan keluar pintu no 3 terus lanjut jalan kaki sekitar 300m. Di sini kita bisa menjumpai jembatan kebanggaan orang Busan yang bernama Gwangan Bridge atau Diamond Bridge. Jembatan ini akan lebih indah dilihat ketika malam hari. karena ada persiapan festival kembang api internasional buat malam minggunya yang berpusat di sini jadinya pantai di jaga puluhan polisi yang bikin gak nyaman.
Gak pake lama di Gwangalli aku langsung cus ke tujuan berikutnya yaitu Haeundae Beach, "ealah pantai lagi too", "iyo pantai lagi, suale Busan pinggir laut bro jadi wisata pantainya banyak". Pantai Haeundae ini yang paling terkenal seantero Korea Selatan dan bahkan para wisatawan. Menurutku sih biasa saja malah lebih bagus pantai pantai yang ada di Jeju, mungkin tata letak dan jangkauan mudah yang bikin pantai ini serasa melihat es cendol kalo waktu musim panas. Pantai ini bisa di tempuh dengan subway turun di Haeundae stasiun lanjut jalan kaki kurang lebih 300 m. Akan kita temui pantai berpasir putih yang di kelilingi hotel hotel berbintang, wihhh kalo udah kaya bolehlah nginap di salah satu hotelnya nanti aamiin. Di sini ada beberapa atraksi yang bisa agan agan ikuti di kala musim panas seperti banana boat dan berenang sambil melihat pemandangan bikini hehehe ada juga Busan Aquarium yang ciamik terus Nurimaru atau rumah bekas pertemuan APEC yang berbentuk bundar dan terletak di sebelah barat pantai di rumah ini tersimpan memori waktu pertemuan APEC.
Setelah puas menikmati panasnya pantai Haeundae dan sempat terjadi tragedi pengusiran oleh satpam hotel ternama karena aku ngadem di kebunya aku lanjut ke kuil yang berada di tepi laut waowww!!. Kuil ini bernama Haedong Yonggungsa dan berada di timur kota Busan, bisa di tempuh dengan bus kota no 181 dari halte di atas stasiun Haeundae dengan perjalanan sekitar 30 menit. Arsitektur kuil ini samalah sama kuil kuil yang sudah pernah aku kunjungi di daerah Seoul yang bikin takjub adalah letaknya yang di bangun di pinggir laut dengan bebatuan karang keren pokoknya.
Gimhae
Satu hari full keliling Busan saatnya ke Gimhae buat menginap atau bahasa kerenya numpang di rumah teman. Gimhae terletak di barat kota Busan lebih mudah di tempuh dengan subway dari Busan menuju Sasang lalu tranfer naik LRT ke Gimhae. Untuk traveller muslim di Sasang dan Gimhae ini ada masjid dan restoran hallal yang di kelola orang Indonesia. Di Gimhae ada 2 restoran Indonesia yang terletak di sekitar wilayah Makam Raja Suro gampang kok tinggal naik LRT menuju Gimhae turun di Stasiun Royal Tomb of King Suro lalu jalan kaki sekitar 15 menit kalo bingung datang saja di hari weekend pasti bertemu dengan teman teman pekerja dari Indonesia yang tinggal di kawasan Gimhae. Daya tarik restoran Indonesia yang ada di Gimhae daripada kota kota lain di Korea Selatan ini adalah adanya restoran yang menyediakan menu secara buffet atau prasmanan di hari minggu. Harga makanan rata rata 7000 won, soal enak enggaknya aku lom tahu gan hehehe karena gak sempat mencoba di karenakan tepar habis nonton festival kembang api dan minggunya aku perjalanan pulang ke kotaku Ansan. Lain kali aku ulas dah kalo sudah mencoba. Selamat jalan jalan.
Tips
☞ Selalu pakai kartu transportasi supaya lebih hemat
☞ Datang ke Busan ketika ada festival kembang api atau musim panas
☞ Bawa sambal sachet dan beli nasi instan
☞ Bawa peta dari Tourist Center
Rincian Biaya dalam Won ( kurs : 1 won = 11 rupiah )
. Makan 2x a 3000 = 6000
. Cemilan dan air minum = 5000
. sewa loker sehari = 1200
. Tranportasi = 7000
. Tiket bus ke Ansan = 27000
. Penginapan = free
. Tiket wisata = free
Total = 46200
Total backpackingan ke Jeju Busan dan Gimhae selama 4 hari 5 malam adalah 190.200 Won