Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 07 April 2016

Perjalanan Solo ke HongKong dan Macau

Kali ini aku akan ulas hasil perjalanaku ke Hongkong dan Macau selama 2 hari, masih gaya backpacker tentunya. Langsung saja ya...

Hari Pertama

Bandara Internasional HongKong
Luas namun sungguh mudah di jelajahi itu kesan pertama yang nampak, aku landing jam 1.30 dini hari alhasil tidur di bandara. Ada banyak spot yang bisa di pakai tidur jadi tenang saja, spot pertama ada di ruangan sebelum keluar imigrasi berlantai karpet dan banyak colokan tapi rawan penuh oleh orang tidur, spot selanjutnya setelah keluar imigrasi masih di terminal 1 ada banyak kursi2 tapi sayang sekali ada pembatasnya jadi gak bisa selonjor tenang saja ada kursi dari kayu yang tidak berpembatas berada di tempat sedikit lebih tinggi tapi nyaman kok dan tenang saja kalau ada rencana tidur di Bandara ada banyak sekali temanya hehehe...

Big Budha ( Ngong Ping Village )
Dari Bandara naik bus S1 tujuan Tung Chung jangan lupa beli octopus card dahulu di kounter untuk pembayaran naik Bus atau MTR di HongKong. Karena cable car sedang di renovasi waktu saya datang sama petugas di suruh naik bus ke Ngong Ping, terminal bus tepat berada di samping terminal cable car lama perjalanan 50 menitan jadi bisa tidur.

The Peak
Dari Tung Chung naik MTR ke stasiun Central lalu exit J2 ikutin terus petunjuk arahnya. Di karenakan bertepatan dengan weekend membuat antrianya mengular panjang membuat saya membatalkan niat untuk naik ke Peak :(

Victoria Harbour
Gagal ke Peak aku lanjut ke Victoria Harbour dengan naik ferry yang tersohor namanya yaitu Star Ferry, tinggal jalan kaki saja dari stasiun central ke tempat Star Ferry. Tiket ferry bisa dengan octopus card atau beli di mesin seharga 3,5 HKD murah meriah, jangan lupa untuk ke Victoria Harbour naik ferry tujuan Tsim Tsam Tsui. Di Victoria Harbour pula tempat menonton permainan lampu dari gedung2 yang berada di pulau HongKong tepat jam 8 malam secara gratis.

Tempat aku nginap ada di Chungking Mansions, tempat ini sudah terkenal sekali di dunia permurahan tapi aku saranin nyari tempat lain sajalah kalau belum terlanjur booking atau pesan di tempat ini kalaupun sudah booked aku jelasin tentang gedung ini. Di dalam gedung ini di bagi 3 flat ABC yang mempunyai lift sendiri2 lalu lift juga di bagi dua yaitu lift lantai genap dan ganjil, jadi di ingat2 betul alamat penginapan dan namanya karena di gedung ini terdapat puluhan penginapan. Pertama masuk gedung pasti akan di serbu orang yang nawarin penginapan, bilang saja sudah booked. Lalu letak lift sejajar hanya di pisah sama toko2 jadi lift pertama buat flat A untuk B dan C jangan aja lurus ke belakang. Untuk yang Muslim Chungking Mansions dekat sekali dengan Masjid Kowloon :)

Hari Kedua
Macau
sebenarnya tidak mempunyai waktu banyak di hari kedua ini di karenakan penerbanganku jam 5 sore, tapi belum afdol ke HongKong kalau tidak ke Macau juga karena hanya 1 jam dengan Turbo Jet. Dari penginapan menuju HongKong China Ferry Terminal dengan berjalan kaki, di HongKong ada 2 terminal menuju Macau satunya HongKong Macau Ferry Terminal yang berada di Pulau Hongkong. Tidak banyak antrian pagi itu beli tiket dan imigrasi lancar.
Jam 9 pagi sudah antri di imigrasi Macau lalu antri shuttle bus milik Hotel2 yang bercasino, yang paling banyak antrianya milik Grand Lisboa sama The Venetian kalau aku ikut antri milik Grand Lisboa karena hotel ini paling dekat sama Senado Square yang tersohor itu. Dari Lisboa jalan kaki saja 10 menit akan sampe di Senado Square dengan mengikuti arah orang2 yang ramai hehehe...
Jam 12.30 siang sudah berada kembali di Macau Ferry Terminal karena akan ke HongKong lagi buat pulang, yah benar benar 2 hari yang singkat.

tips cui
* octopus card bisa di kembalikan lagi di kounter di bandara HongKong tapi kalu naik ferry dari Macau langsung ke Bandara tidak bisa di kembalikan karena kounter berada di luar imigrasi, kartu di kembalikan uang deposit sama sisa saldo akan keluar di potong 9 HKD
* uang HongKong tetap bisa di pakai di Macau jadi tidak perlu tukar MOP
* lebih baik jangan ke Hongkong waktu pergantian musim dingin ke semi karena cuaca jelek
* cari makan murah dan tidak repot bisa di fast food atau minimart.
* free wifi banyak di telpon umum tapi berhematlah karena di batasi sehari hanya 30 menit

selamat jalan jalan :)

Selasa, 02 Februari 2016

Perjalanan ke Taman Nasional Gunung Seorak

Gunung Seorak yang termasuk tertinggi ke 3 di Korea Selatan terletak di Propinsi Gangwon. Paling mudah untuk naik ke salah satu puncaknya tanpa meras capek berada di Kota Sokcho yaitu dengan kereta gantung atau cable car.

Perjalanan Aku awali dari Kota tinggalku Ansan dengan menempuh 3,5 jam naik bus antar kota. Di Sokcho ada 2 terminal, Terminal Bus Antar Kota "Inter City Bus Terminal" dan Exprees Bus Terminal tenang saja jarak antar ke duanya lumayan dekat kok naik taxi atau bus kota gak akan mahal. Kalau kalian ingin menginap tanpa booking lebih dahulu coba datang ke daerah sekitar Bus Exprees Terminal banyak terdapat motel yang bisa di pilih sesuai kantong, di sekitar Gunung Seorak juga banyak motel.

Gunung Seorak bisa di tempuh dengan bus kota no 7 dan 7-1 sekitar 30 menit dari pusat kota Sokcho, perbedaan keduanya adalah bus nomer 7-1 lewat depan Terminal Bus Antar Kota dan Express Bus Terminal sedangkan bus no 7 hanya lewat depan Exprees Bus Terminal saja.

Harga tiket bus kota 1080 won memakai kartu EB atau 1200 won di bayar tunai sedangkan harga tiket masuk Taman Nasional 3500 won dan cable car 10000 won PP dengan kurs 12 rupiah.

Taman Nasional Gunung Seorak bisa dikunjungi di segala musim. Pastikan kamu cek cuaca dulu sebelum berangkat, aku ke sini di musim dingin.

selamat jalan jalan

Minggu, 29 November 2015

Ansan Kota Multikultural

Setelah beberapa tahun tinggal di Kota Ansan, kenapa baru sekarang kepikiran buat nulis tentang kota ini di blogku padahal di sini termasuk spesial walau tidak ada tempat wisata menarik yang bisa di kunjungi traveller selain kuliner.

Kota Ansan terletak pada 30 km barat daya Seoul, bisa di tempuh dengan subway line 4 warna biru muda. Dengan luas 149,39 km persegi dan berpenduduk 282.850 KK total 210 sekolah, eh penting gak ya hehehe. Kota dengan jumlah perusahaan sebanyak 9.050 buah ( tahun 2012 ) pasti sekarang wes nambah ya, pantas saja terdapat ribuan orang asing di Kota ini. Ini juga yang membikin Ansan di juluki dengan kota Multikultural dan tentu saja membuatnya istimewa, terbukti dengan ramainya sewaktu nliburan panjang terjadi di Korea Selatan di karenakan orang asing dari berbagai kota di seluruh penjuru Korea Selatan akan menuju Ansan.

Ada 74 negara yang warganya mencari rezeki di Ansan dengan urutan terbanyak China, Uzbekistan, Vietnam, Indonesia, Rusia, Pilipina, Nepal, Srilanka, Bangladesh, Thailand, Kamboja, dll ( data tahun 2013 ).

Salah satu yang membuat Ansan istimewa adalah berkumpulnya warung warung atau rumah makan dari banyak negara. jadi kita gampang kalau ingin merasakan masakan dari negara tertentu, harganya juga gak jauh beda. Warung Indonesia sendiri ada 12 buah belum toko toko yang menjual produk makanan impor dari Indonesia, makanan Halal mudah di temukan disini.


Terdapat komunita komunitas, Masjid, dll yang tersebar di Ansan. jadi buat kamu kamu yang lagi di Korea Selatan datang ke Ansan dan nikmati ke istimewaannya.

selamat Jalan Jalan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Jelajah Jebudo ( Pulau Jebu )

Kemarin, tepatnya sebelum liburan musim panas daku pemanasan duluan di Pulau Jebu. Yups Pulau Jebu bukan Jeju lo yah, Pulau ini terletak di Kabupaten Hwaseong Provinsi Gyeonggi Korea Selatan tentunya. Untuk ke Pulau ini kalau naik angkutan umum bisa dengan dua cara kalo dari Seoul yaitu naik subway line 1 turun Geumjeong atau Suwon lalu naik bus nomer 330 dari Geumjeong dan nomer 1004 dari Suwon sama sama turun di pemberhentian terakhir jadi semisal gak tau tenang saja pokok sampai si sopir ngusir kita turun dari bus berarti wes sampai hehehe, lama perjalanan naik bus sekitar 1 jam trus lanjut naik bus khusus ke Pulau selama 10 menit. Nah letak bus khusus ini yang sedikit unik karena gak keliatan dari jalan raya, ada petunjuk tulisanya seh tapi pakai hangeul kan kalau gak bisa baca ya mana tahu, tapi tenang saja daku kasih tau di sini, letaknya ada di seberang jalan dari halte terakhir ada minimarket kalian bisa liat ada jalan masuk sebelah kanan nah di situ tempatnya, baik hati kan gue.

Uniknya Pulau ini adalah meskipun namanya Pulau tapi kita gak pakai fery buat jalan ke sini, nah loo trus kita berenang gituh. No no no ya pakai bus tadi, ke Pulau ini udah ada jalan yang di bangun lewat selatnya dan itu bukan jembatan tapi di bangun di lautnya. Yoii jalan ke Pulau ini memanfaatkan pasang surut laut jadi kalo air surut jalanya keliatan dan bisa di lewati tapi kalo air pasang ya di tutup, unik yah. Jadi kalau air surut ya pulau ini gabung ama daratan Korea tapi kalau pasang ya benar benar seperti pulau, naik bus turun aja sebelum belokan yang ada mercusuarnya karena spot di sebelah mercusuar epic buat narsis, dari sini jalan aja menyusuri jembatan kayu sampai ke pantai seberang Pulau, jadi keliling Pulau sehari bisa saja walau jalan kaki mungkin akan gempor sedikit.

Nah ini juga harus di perhatikan kalau akan ke pulau ini usahakan datangnya waktu air laut belum begitu surut banget ya karena kalau surut banget air lautnya bakal menjauhi bibir pantainya jauh sekali boo dan yang tersisa hanya lumpur. Pengalamanku kemarin daku sampai Pulau jam 10am itu pas sekali banyak anak kecil masih mandi mandi eh ketika ku tinggal ngadem 4 jam di bawah jembatan air lautnya ilang alias menjauh sekali. Jadi usahakan datang sebelum tengah hari, lagian kalau ke sorean nanti bakal susah pulang kalau air lautnya tiba tiba pasang kan jadi gak bisa nyeberang tapi kalau ingin menginap banyak tersedia penginapan.